Achmad Kusaeni, ‘Putu Warok’ yang 100% SPENLUSA

Satu lagi anggota keluarga besar SMPN 10 Surabaya menyelesaikan masa pengabdiannya. Posturnya yang tinggi menjulang menjadikannya mudah untuk dikenali. Beliau adalah Achmad Kusaeni. Pegawai Tata Usaha (TU) yang telah purna tugas per tanggal 31 Agustus 2021 lalu.

Pak Kus, sapaan akrabnya, termasuk ‘legenda’ di sejarah SPENLUSA. Bagaimana tidak, separuh lebih hidupnya hingga saat ini beliau habiskan di sekolah yang beralamat di Kupang Panjaan V/2 ini. Beliau menempuh SMP di SPENLUSA dan setelah lulus SMA, beliau menjadi pegawai TU di SPENLUSA selama 36 tahun hingga pensiun.
Berikut biografi singkat dari Achmad Kusaeni.

Pak Kus (jaket hitam), bersama karyawan TU SPENLUSA. (Foto: Rahayu)

Kelahiran
Achmad Kusaeni dilahirkan di “Kota Reog” Ponorogo, 25 Agustus 1963. Anak pertama dari 5 bersaudara ini merupakan putra dari pegawai kebersihan SMP Negeri 10 Surabaya. Usia 4 tahun, Pak Kus ikut orangtua hijrah ke Surabaya, yaitu pada tahun 1967. Lalu beliau pun masuk sekolah SD hingga SMK di Surabaya. Salah satunya di SMP Negeri 10 Surabaya.

Riwayat Pendidikan
Pak Kus menempuh semua sekolah formal , SD hingga SMK di Surabaya. SD Negeri Dr. Soetomo IV menjadi tempat mengenyam pendidikan di tingkat dasar. Lalu, beliau melanjutkan ke SMP Negeri 10 Surabaya yang kelak juga menjadi tempat beliau bekerja. SMK Negeri 1 Surabaya menjadi pilihan jenjang sekolah berikutnya. Sebenarnya, beliau ingin melanjutkan kuliah di jurusan matematika. Namun, pada saat itu lulusan SMK tidak bisa langsung mengambil jurusan matematika dan diharuskan menempuh program paket terlebih dahulu. Hal itu menjadikan beliau sedikit down karena gagal masuk kuliah. Pak Kus akhirnya mengambil kursus mengetik yang akhirnya menjadi beliau terampil mengoperasikan aplikasi Office dan diterima menjadi TU SPENLUSA.

Baca juga:

88% Siswa dan 93% Tendik SPENLUSA Sudah Selesai Vaksinasi, Kapan Pembelajaran Tatap Muka Dibuka? Ini Penjelasannya!

Pengabdian
Selepas lulus SMK dan kemudian kursus mengetik, Pak Kus ditawari oleh kepala SMPN 10 Surabaya kala itu, untuk membantu mengetik nilai DKN (Daftar Kumulatif Nilai) Ebtanas. Hal itu tuntas beliau kerjakan hanya dengan 2 hari. Lalu melihat kinerja Pak Kus yang sangat bagus, Kepala Sekolah menawari Pak Kus untuk menjadi pegawai TU SMP Negeri 10 Surabaya. Walaupun ayah Pak Kus adalah PNS tenaga kebersihan di SMPN 10 Surabaya, namun Pak Kus masuk menjadi karyawan di SPENLUSA bukan karena ‘disodorkan’ ayahnya. Melainkan karena kinerja yang bagus ketika membantu menuliskan DKN Ebtanas.

Awal karir hingga pensiun saat ini, Pak Kus bekerja di SPENLUSA. Terhitung tahun 1985 hingga 2021, beliau mengabdi di SPENLUSA, atau sekitar 36 tahun. Menurut penuturan beliau, tidak ada motivasi berlebihan untuk menjadi PNS. Pedoman yang beliau pegang adalah nasihat-nasihat ayahnya.

“Pokoknya saya memiliki kemauan kerja, dan diberitahu ayah saya. Kerja semaksimal mungkin dan sebaik mungkin. Jadi, nggak usah mikir uang. Kalau kerja, pasti ada imbalannya. Itu nasihat ayah saya”, tuturnya.

Pak Kus dan Kepala SMPN 10 Surabaya dalam sambutan perpisahan purna tugas. (Foto: Dian)

Walaupun beliau “Putu Warok”, sebutan orang yang berasal dari Ponorogo, sebutan yang bukan secara biologis tetapi secara ideologis. Namun Pak Kus bisa dibilang 100% SPENLUSA. Dari umur 4 tahun ikut ayahnya yang bekerja di SPENLUSA, melanjutkan SMP di SPENLUSA dan bekerja selama 36 tahun sampai pensiun di SPENLUSA.

Kesan dan Pesan
Pak Kus adalah pegawai yang terhitung hampir tidak pernah absen. Walaupun dalam keadaan kurang enak badan, beliau tetap masuk bekerja walaupun terlambat. Bapak 4 orang anak ini mengatakan, bahwa kerja di SPENLUSA itu sangat enjoy. Beliau berpesan, dalam bekerja tidak perlu mengharap pamrih dan sebaik mungkin.

“Kalau kerja itu utamanya tidak usah pamrih. Kalau mampu bisa bantu teman ya dibantu. Kalau nanti toh di keluarga kita ada yang butuh bantuan pasti juga dibantu orang lain. Lalu kerja itu kalau bisa sebaik mungkin. Semua pasti ada imbalannya. Kalau tidak dari manusia ya dari Tuhan. Kalau tidak kembali ke kita ya untuk keluarga kita”, ungkapnya.

Terimakasih atas pengabdianmu, Pak Kus. Selamat menikmati masa purna tugas. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Aaamin.

Baca juga:

Awrilutsania Hamidya Terpilih Menjadi Ketua OSIS SMPN 10 Surabaya 2021 Melalui Online Vote

(HUMAS SMPN 10 SBY)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*