Eni Yunaeti, S.Pd. Sosok Pengabdi Sepenuh Hati

Bulan Juni tahun 2020, dimasa pandemi ini Ibu Eni Yunaeti, S.Pd mengakhiri tugasnya sebagai abdi negara di Kota Surabaya. Sudah genap 12 tahun beliau menjadi Guru Bahasa Inggris di SPENLUSA, sejak tahun 2008. Guru yang akrab dipanggil Mam Eni ini, tidak asing bagi seluruh siswa. Karena beliau aktif sebagai kordinator UKS sejak tahun 2012, sehingga di meja kerjanya lengkap dengan berbagai administrasi mengenai Kesehatan Sekolah. Banyak juga rekan Guru memanggil dengan sebutan Dokter Eni, karena beliau selalu menjadi bahan rujukan untuk bertanya seputar kesehatan dan obat-obatan.

Ibu dari seorang putri ini lahir di Jombang pada tanggal 27 Juni 1960. Masa kecilnya dihabiskan di Jombang tepatnya di Dusun Bayeman, Kelurahan Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Masa pendidikan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama dilaluinya di Jombang. Hingga pada tahun 1977 beliau mengikuti Pamannya yang bertugas sebagai ABRI di Kota Jember, tepatnya di Asrama Yonif 509. Beliau melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SMA Pembina Jember. Kemudian Mam Eni melanjutkan pendidikannya di IKIP PGRI Kediri hingga lulus di tahun 1993 pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Mam Eni mendapatkan bunga dari siswa pada Hari Guru tahun 2017. (Foto: instagram – @wajah_spenlusa).

Kecintaan Eni pada dunia pendidikan membawanya menjadi Guru Bahasa Inggris di Kota Surabaya. Mam Eni banyak malang melintang di berbagai kegiatan pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya di sekolah-sekolah saja tetapi juga di berbagai lembaga kursus bahasa Inggris yang menjamur kala itu.

Pada bulan Januari 2005 mam Eni setelah mengikuti berbagai seleksi dan Tes beliau dinyatakan lulus sebagai guru bantu di SMP Kosgoro. Dan pada tahun 2008 Mam Eni sebagai Pegawai Negeri Sipil Guru Bahasa Inggris ditugaskan di SMP Negeri 10 Surabaya. Hingga akhir masa purna tugasnya pada akhir Juni 2020.

Baca juga:

“Ona Gobel, S.Pd. Pejuang Abdi Negara Dari Tanah Sulawesi”

Setelah pensiun ini Mam Eni dan keluarga kecilnya akan kembali ke tanah kelahirannya di Jombang. Ia berencana untuk membuka usaha toko obat dan tetap membagikan ilmunya untuk anak-anak di kampungnya secara sukarela. Setelah mencerdaskan anak-anak bangsa Indonesia di kota Surabaya Mam Eni berkomitmen untuk terus mengabdi pada Indonesia di kampung halamannya.

Banyak kesan indah yang tidak akan terlupakan oleh nya yaitu rasa persaudaraan dan kekeluargaan didalam lingkungan SPENLUSA yang amat kental. Hingga membuatnya merasa nyaman hidup di perantauan. Mam Eni berpesan tentang kekeluargaan dan kejayaan SMP Negeri 10 Surabaya tercinta. “Semoga rasa kekeluargaan di SPENLUSA ini tetap terjaga dan SPENLUSA bisa semakin berjaya dan berprestasiā€, pesannya.

Baca juga:

“New Normal Bidang Pendidikan, Perlu Peran Besar Orangtua”

Meski tak dapat berpamitan langsung kepada seluruh siswa secara langsung Mam Eni, sudah berpamitan secara virtual di Google Meet kepada siswa. Di bulan-bulan terakhir masa pengabdiannya Mam Eni masih terus berusaha membimbing siswa-siswi SMP Negeri 10 Surabaya pembelajaran secara daring dengan semangat luar biasa di masa pandemi ini.

Semoga sehat selalu dan segala kebaikan selama menjadi guru akan mendapat pahala berlimpah. Terimakasih yang tak terhingga kami ucapkan atas segala pengabdianmu.

Mam Eni bersama sahabat guru-guru SPENLUSA. (Foto: DIan)

Jurnalis: Rahayu/ @rahayupinter
Editor: Nazilatul Maghfirah/ @zila_fira
Publisher : Dian Eko Restino/ @dian_eko_restino

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*