Launching “SPENLUSA Inspiration”, Kepala SMPN 10 Surabaya Berikan Inspirasi Arek-Arek Masa Kini

Pandemi Covid-19 bukanlah suatu penghalang dan hambatan untuk produktif dan berinovasi. Jumat (16/07/2021) SMPN 10 Surabaya launching program baru “SPENLUSA Inspiration” sekaligus sebagai peresmian Studio Multimedia. Studio mini ini nantinya akan dijadikan wadah untuk menyalurkan bakat minat siswa dan guru menjadi pembawa acara, narasumber, ataupun mengisi acara lainnya seperti podcast, talk show, atau sinau bareng.

Totalitas Bapak Mursidi,S.Pd selaku staf sarpras untuk mewujudkan studio mini bisa tidak luput dari dukungan penuh Drs. M. Masykur HS, M.Si, selaku kepala sekolah SMP Negeri 10 Surabaya dan rekan-rekan guru .

Program “SPENLUSA Inspiration” ini dijadwalkan tayang Live Streaming di channel YouTube SMP Negeri 10 Surabaya setiap dua pekan sekali, hari Jumat pukul 13.00-14.00 WIB. Program ini nantinya akan menyajikan berbagai informasi, ataupun pengetahuan yang menunjang pembelajaran siswa, serta berbagi pengalaman yang menginspirasi.

Abah Masykur dan May Yustina dalam live talkshow. (Foto: Nazila)

Program Acara “SPENLUSA Inspiration” kali ini menghadirkan narasumber Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Surabaya sendiri, Drs. M Masykur HS, MS.i. Beliau membagikan pengalaman dan perjalanan kariernya yang luar biasa. Dipandu oleh May Yustina, S.Pd, Abah Masykur mengawali dengan menyapa Sahabat-sahabat SPENLUSA di rumah. Pemandu acara  mengemas acara ini dengan konsep talkshow dan berbagi pengalaman menginspirasi.

 Pada edisi perdana ini Abah Masykur, mengulas semua pengalaman dan perjalanan kariernya. Menurutnya, kedisiplinan menjadi kata kunci penting ketika kita ingin meraih suatu keberhasilan hingga mengantarkannya kepada posisi sekarang ini.

Baca juga:

Ratusan Siswa SMP Negeri 10 Surabaya Jalani Vaksinasi Covid di Sekolah

“Memang tidak mudah menerapkannya, saya pun juga harus belajar dan belajar. Seumpamanya seusia saya mungkin disiplin untuk tidur ya kami terapkan di rumah habis isya’paling lambat jam 9 harus sudah tidur tidak ada yang melekan. Dan jam-jam 2 atau 3 pagi bangun untuk aktivitas shalat, mengaji. Ya di jam- jam utama itu saya menjadwalkan mengaji berkaitan dengan disiplin tadi kan. Ya mengajinya sebelum shubuh 03.30 sampai shubuh”, jelasnya.

Walaupun sekarang sudah berada di puncak karir, Abah Masykur ternyata terlahir dari keluarga sederhana. Menurutnya, kata sederhana mungkin terlalu bagus karena ayahnya seorang petani miskin, kadang mencari kayu bakar di hutan dan terakhir penjual gado-gado di Surabaya.

Abah Masykur adalah anak pertama. Pernah suatu ketika keinginan kuliah beliau harus diurungkan karena ibunya jatuh sakit. Dan setelah ibunya sembuh, akhirnya beliau meminta izin pada orang tuanya untuk melancong ke Surabaya dengan berbekal uang Rp.15.000,- waktu itu. Pekerjaan pertama beliau kuli bangunan, kemudian kuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan nyambi tukang listrik.

Narasumber dan Kru yang Bertugas. (Foto: Nazila)

“Bukan harta kita yang menjadikan kita sukses bukan tapi kemauan dan tekad kita. Dan yang terpenting adalah seperti pesan Luqman dalam Al-Qur’an setelah kita patuh pada gusti Allah maka kita “birrul walidain”, patuh pada orang tua. Itu kunci sukses yang harus digaris bawahi. Do’a dari orang tua segala-galanya. Itu yang sering saya sampaikan kepada anak-anak jika bertemu”, ujarnya.

Abah Masykur juga pernah menjadi kepala sekolah di Riyadh Arab Saudi. Sebelumnya, pada tahun 1985 beliau mengikuti tes CPNS yang merupakan keinginan orang tuanya. Dan lolos menjadi CPNS ditempatkan di Sampang Madura. Tahun 1992 dimutasi ke Surabaya yaitu di SMA Negeri 20. Dan tahun 2005 beliau lolos tes menjadi Kepala Sekolah di Riyadh, Arab Saudi kurang lebih 4 tahun. Setelah itu, beliau berkarir di struktural Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai Kasi Kurikulum, kemudian Kasi Kesiswaan dan Kasi Sarpras.

September awal Tahun 2014 beliau menerima SK Kepala Sekolah SMPN 13 Surabaya. Lalu menjadi Kepala Sekolah di SMPN 2 Surabaya selama 2 tahun, dan kemudian di SMPN 10 Surabaya menjadi tempat pengabdiannya hingga saat ini.

Baca juga:

Inessa Amelia Nova, S.Pd. dan Pilihan Menjadi Guru Full Time Keluarga

Tonton talkshow selengkapnya:

Jurnalis : Nazilatul Maghfirah/ @zila_fira
Editor dan Publisher: Humas SPENLUSA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*