“Pemalas Berujung Kesadaran Diri”

Juara 3 Lomba Cerpen Wijaya Putra

“Andiii….. bangun nak sudah jam 06. 00 nak, nanti kamu terlambat!!”
Suara ibu Andi yang sibuk membangunkan anaknya yang masih tertidur pulas diatas kasur. Kemudian Andi pun kaget dan langsung bangun menuju kamar mandi. Setelah beberapa lama Andi mandi. Andi pun bergegas bersiap-siap berangkat ke sekolah karena jam sudah menunjukkan pukul 06.30. Andi pun berangkat tanpa sarapan pagi. Dia berlari ke sekolahan karena takut telat. Akhirnya sesampainya di depan gerbang sekolahan Andi pun langsung masuk kedalam sekolahannya dengan tubuh yang lemas sehingga saat pelajaran dimulai Andi tertidur lelap diatas mejanya sampai jam istirahat.

Kringg!!!!Kringg!!!!Kringg!!!! Suara bel jam istirahat bergemuruh. Andi masih tertidur pulas diatas mejanya. Kemudian datang seorang guru dengan wajah yang sangat terlihat tegas memasuki ruangan kelas dengan tangannya yang membawa penggaris besi yang sangat panjang dan tebal. Sebut saja guru tersebut bernama Bapak Rashan. Saat memasuki ruang kelas andi ekspresi wajah pak rashan berubah menjadi seram setelah melihat ada seorang murid yang tertidur pulas diatas meja.

Baca juga:

“Grand Final Lomba Cerpen Wijaya Putra, Frizcha Azzatika Dewi Raih Juara 3”

Pak Rashan segera bergegas menuju ke murid tersebut dan mengagetkan murid tersebut dengan memukulkan penggarisnya ke atas meja dengan sangat keras sehingga murid tersebut bangun dengan wajah kaget. Dan saat menoleh Pak Rashan wajah murid itu seketika menjadi takut. Ya, murid itu adalah Andi. Kemudian Pak Rashan dengan suara nada marah kepada Andi.

“Sejak kapan meja ini menjadi kasurmu? Sehingga kau bisa tertidur di atas meja ini dengan pulas”.
Kemudian Pak Rashan pun langsung menyuruh Andi pegi ke ruang BK. Saat diruang BK Andi ditanya oleh Pak Arga.
“Apa benar kamu selama jam pelajaran dimulai kamu tertidur nak?”, tanya Pak Arga.
“I-iya pak saya tertidur”, jawab Andi terbata-bata.
“Kamu tadi malam tidur jam berapa?”
“Pukul 24.00 pak,saya bermain game pak, karena saya dan teman saya mengikuti turnamen dalam game itu
jika saya menang maka saya akan mendapatkan uang pak”.

Pak Arga yang kaget dengan jawaban dari Andi kemudian berkata:
“Astaga nak bagaimana bisa kamu tidur larut malam seperti itu,kamu lebih mementingkan game kamu
daripada kesehatan kamu nak. Kamu harus tahu bahwa anak murid yang masih bersekolah jam tidurnya
harus cukup 8 jam jadi kamu tidak boleh tidur terlalu larut malam. Sekarang kamu sendiri yang rugi, karena tadi kamu tidur dikelas dan kamu tidak memperhatikan bapak/ibu guru menjelaskan maka pelajaran yang
dijelaskan oleh bapak/ibu guru mapel tidak bisa masuk di otak kamu nak”, ujar Pak Arga panjang lebar.
“Sekarang bapak tanya apa tadi malam kamu menang dalam turnamen digame itu?”.
“Tidak pak hehe”, Andi menjawab dengan sedikit tertawa.
Pak Arga yang mendengar jawaban dari Andi ikut tertawa juga kemudian Andi pun diberi hukuman yaitu dengan mencatat semua pelajaran yang tadi dijelaskan.

Baca juga:

“Topeng “Data” SMPN 10 Surabaya Tembus Parade Mahakarya Topeng Nusantara Kemdikbud”

“Sekarang bapak tanya apa tadi malam kamu menang dalam turnamen digame itu?”.
“Tidak pak hehe”, Andi menjawab dengan sedikit tertawa.
Pak Arga yang mendengar jawaban dari Andi ikut tertawa juga kemudian Andi pun diberi hukuman yaitu dengan mencatat semua pelajaran yang tadi dijelaskan.

“Yah pak saya masih mengantuk pak. Kenapa saya disuruh mencatat semua itu pak?”, suara Andi terdengar
malas sekali.
“Heii singkirkan rasa malas dalam diri kamu,jika rasa malas itu terus kamu pelihara nantinya kamu akan
semakin susah dalam menghilangkan rasa malas itu dan itu akan berdampak pada masa depan kamu lho..
Kamu tahu pengemis yang berada dijalanan? Mereka yang masih muda bahkan ada yang mengemis, perlu
kamu ketahui ya jika mereka yang masih muda dan mengemis mereka itu adalah anak-anak muda yang pemalas. Sebenarnya jika mereka mau mencari pekerjaan selain mengemis mereka bisa mendapatkaan pekerjaan yang layak, tapi mereka malas mencari pekerjaan dan mereka hanya mencari yang simpel dan instan dalam mencari uang”. Pernyataan dari Pak Arga membuat Andi takut dan sekaligus merasa ingin berubah menjadi anak yang rajin dan disiplin.

Kemudian Andi pun bergegas kembali ke kelas dan mencatat semua pelajaran yang tadi dijelaskan oleh bapak/ibu guru yang mengajar tadi. Selang beberapa jam telah berlalu akhirnya saat yang ditunggu-tunggu oleh semua murid yaitu pulang ke rumah.

Baca juga:

“Belajar Matematika Lebih Mudah Bersama Bu Iness di Acara “Sinau Nang Omah””

Bel pulang sekolah pun berbunyi, Andi pun langsung bergegas pulang dan sesampainya di rumah ibunya telah menunggu Andi dan memberikan makanan kepada Andi. Setelah Andi makan Andi pun berfikir untuk membantu pekerjaan dirumah yang belum dikerjakan oleh ibunya. Kemudian saat ibu Andi mencuci baju di luar halaman rumah. Ibu Andi dikejutkan oleh tingkah Andi yaitu menyapu dan mengepel lantai rumah yang tadi lupa dibersihkan.

Kemudian Andi melanjutkan dengan mencuci piring. Setelah selesai, Andi pun mandi dan segera mengambil buku pelajaran dan Andi pun belajar, setelah ibunya selesai menjemur pakaian. Ibu Andi pun bertanya kepada Andi.
“Andii kamu kenapa nak?”
“Tidak kenapa kenapa Bu,memangnya ada apa Bu?”, Andi berbalik bertanya kepada ibunya.
“Tidak biasanya nak kamu bertingkah seperti ini”.
“Hmm iya Bu Andi sudah menyadari bahwa selama ini Andi salah,Andi selalu menyusahkan ibu dengan sikap
Andi yang pemalas, jadi sekarang Andi ingin berubah menjadi anak yang rajin dan tekun dalam belajar Bu
supaya Andi bisa menjadi sukses di masa depan”
Ibu Andi pun merasa senang dengan pernyataan Andi tetapi ibu Andi juga ingin tahu bagaimana anaknya yang tadinya pemalas bisa menjadi sangat rajin.

“Nak bisakah kamu menceritakan kepada ibu siapa yang tadi menyuruh kamu menjadi anak yang rajin?”
“Jadi Bu tadi kan Andi diperintahkan memasuki ruangan BK karena tadi Andi tertidur dikalas, nah kemudian
saat memasuki ruang BK Andi bertemu pak arga,nah pak arga menjelaskan kepada Andi bahwa sikap pemalas
akan berpengaruh terhadap masa depan Andi,dan pak arga memberi gambaran masa depan orang yang
pemalas, kemudian pak arga juga menyuruh Andi untuk merubah sikap Andi ini bu,nah semenjak itu Andi
sadar akan kesalahan Andi selama ini maka dari itu sebelum terlambat Andi mau merubah sikap Andi ini Bu”.

Mendengar penyataan Andi tersebut ibu Andi pun tersenyum dan langsung menelfon pak arga untuk berterimakasih. Semenjak saat itu Andi yang tadinya malas menjadi seorang anak yang sangat rajin dan tekun dalam belajar.

_______________________________________________________________

Tentang Penulis

Penulis Cerpen, Frischa Azzatika Dewi (IX-B)

Frischa Azzatika Devi, biasa dipanggil Frischa lahir di lamongan 04 Juli 2006. Tamat bersekolah di SD Prajamukti surabaya. Di SD penulis pernah dipilih untuk mengikuti seleksi lomba cerpen se Surabaya dan cerita yang dipilih yaitu cerita sekolah ritdha.

Dan saat ini penulis juga menuliskan cerpen sekolah ritdha bersama guru SMP Negeri 10 Surabaya dalam antologi cerpen berjudul “Angin Segar Di Masa PJJ”. Penulis bisa dihubungi di media sosial Instagram @frischaa_4

Baca juga:

“Kangen Kartolo JTV, Cak Dian Raih Kidungan Terbaik November”

Penulis : Frischa Azzatika Dewi/ @frischaaztd
Editor : Nazilatul Maghfirah/ @zila_fira

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*