Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, SMPN 10 Surabaya Terapkan “Blended Learning”

Sebanyak 14 sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Surabaya, baik negeri maupun swasta menjalankan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Senin (7/12/2020) hingga Jumat (18/12/2020). SMP Negeri 10 Surabaya termasuk salah satu sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Surabaya untuk melaksanakan simulasi PTM tersebut. Dalam simulasi ini, yang dihadirkan ke sekolah adalah siswa kelas IX sebanyak 2 kelas secara bergiliran dengan kapasitas 1/3 dari kapasitas total siswa per kelas. Sedangkan sisanya, mengikuti pembelajaran dari rumah. Siswa-siswa yang hadir simulasi tersebut sebelumnya telah menjalani tes SWAB dengan hasil negatif dan telah diberikan izin oleh orangtua.

Baca juga:

“Persiapan Sekolah Tatap Muka, Siswa Kelas IX Jalani Tes Swab”

Protokol kesehatan yang diterapkan sangat ketat dan terkoordinir rapi. Diantaranya, sebelum masuk kelas siswa harus mencuci tangan di wastafel yang berada di samping gerbang. Lalu berjalan sesuai jalur dan menghadap alat face termal untuk diperiksa suhu badannya. Siswa berjalan ke kelas dengan dipandu Bapak/Ibu guru yang bertugas sampai duduk di bangku yang telah diatur jaraknya. Siswa dan guru wajib memakai masker. Simulasi ini dilakukan untuk adaptasi pola pembelajaran semester genap yang akan dimulai awal Januari tahun 2021.

Siswa mengikuti simulasi PTM di dalam kelas. (Foto: Dian)

Untuk memantapkan layanan dalam pembelajaran, SMPN 10 Surabaya melaksanakan sistem pembelajaran Blended Learning”. Yaitu menggabungkan antara pembelajaran daring dengan pembelajaran luring (tatap muka). Di kelas telah dilengkapi dengan kamera portabel yang terkoneksi dengan kelas online dan menyorot guru yang sedang mengajar di kelas. Siswa yang berada dirumah bisa mengikuti pelajaran melalui kelas virtual SMPN 10 Surabaya, yaitu Microsoft Teams dan Google Classroom. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah, Drs. M. Masykur HS., M.Si pada rapat evaluasi simulasi PTM.

“Guru harus betul betul bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang pembelajaran. Jadi konsep Blended Learning itu intinya kelas kita ada yang tatap muka ada yang dirumah. Mereka (siswa) akan mendapatkan layanan yang sama. Jadi siswa yang belajar di rumah bisa mengikuti pelajaran sama persis dengan yang harus hadir di sekolah”, ungkapnya.

Baca juga:

“Jelang Simulasi Sekolah Tatap Muka, SMPN 10 Surabaya Adakan Silaturahmi Virtual dengan Orangtua Siswa Kelas IX”

Hingga hari terakhir dilakukannya simulasi PTM selama 3 jam setiap harinya, Jumat (18/12/2020) tidak ada kendala yang berarti. Simulasi PTM ini juga dipantau oleh tim dari Dinas Pendidikan Surabaya dan Gugus Covid-19 setempat. Semua proses dari siswa masuk hingga pulang dijemput orangtua masing-masing berjalan sesuai protokol yang telah disusun oleh tim gugus Covid-19 SMPN 10 Surabaya yang diketuai oleh Agung Adriyanto, S.Pd. Beliau juga berpesan untuk selalu mematuhi protokol yang telah dibuat dan disepakati bersama.

“Apa yang saya buat ini adalah arahan dari Gugus Covid-19 Kota Surabaya. Kita sama-sama laksanakan walaupun mungkin kita belum terbiasa. Kalau saya lupa tolong juga diingatkan. Mari bersama-sama kita belajar untuk mematuhi aturan. Termasuk ice breaking di kelas walaupun sederhana itu penting untuk mencairkan suasana”, jelasnya.

Agung Adriyanto mengkoordinir alur masuk siswa. (Foto: Maria)

Hal menarik diungkapkan oleh Galank Putra Sabria, salah seorang siswa kelas IX-B yang mengikuti simulasi PTM ini. Galank merasa senang bisa kembali menginjakkan kaki di almamater SMP tercinta dan berharap pandemi bisa segera berakhir.

“Seneng. Aku bisa bertemu teman-teman lagi walaupun tidak full sekelas. Terus pelajaran yang dijelaskan lebih paham karena bisa langsung bertemu dengan guru. Semoga Covid ini segera berakhir dan kami bisa masuk sekolah lagi seperti dulu”, tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ria Sundari, orangtua Galank. Beliau selalu mengantar dan menjemput putranya selama simulasi PTM ini dan mendukung anaknya untuk kembali mengikuti pelajaran di sekolah.

“Tidak keberatan (mengantar) pak. Ini demi anak juga, karena ada simulasi ini dan kemarin sudah SWAB hasilnya negatif, saya mengijinkan anak saya untuk mengikuti pelajaran di sekolah. Biar nggak dirumah saja dianya”, ungkapnya.

Berikut beberapa potret simulasi PTM dengan “Blended Learning” yang diambil dari instagram @wajah_spenlusa:

Jurnalis : Dian Eko Restino/ @dian_eko_restino
Editor : Nazilatul Maghfirah/ @zila_fira
Publisher : Wid Dwi Bowo/ @tvpendidikan_official

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*