SMP Negeri 10 Surabaya Optimalkan Pembelajaran Daring

Setelah usai pelaksanaan PTS dan PAT  online di SMPN 10 Surabaya, seharusnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah dilanjutkan seperti biasanya. Namun ada himbauan dari pemerintah bahwa masa belajar siswa dirumah diperpanjang sepekan. Hal itu mengantisipasi terus mewabahnya virus corona (Covid-19) di tanah air. Bahkan berbagai kegiatan siswa di dalam dan di luar sekolah juga ditunda hingga situasi kondusif.

Meski KBM di sekolah ditiadakan, sekolah tetap melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan perkembangan siswa dalam mendapatkan hak untuk memperoleh pendidikan. Salah satu yang dilakukan sekolah dengan menerapkan pembelajaran daring (online) melalui web resmi sekolah, smpn10surabaya.sch.id, penugasan melalui Quizziz, grup WhatsApp kelas, Microsoft Office 365, dan webex meeting secara real time.

Baca juga:

SMP Negeri 10 Surabaya Siap Menuju Teknologi “Atas Awan”

Guna memperlancar kegiatan belajar daring, Kepala Sekolah SMPN 10 Surabaya, Drs. M. Masykur HS, M.Si berupaya mempersiapkan Bapak/Ibu guru untuk segera mengakses program Microsoft Office 365 dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, meskipun sebelumnya SPENLUSA telah menggunakan program aplikasi Microsoft Office 365 untuk pembelajaran seluruh guru dan siswa. Dipastikan seluruh guru telah siap dengan pembelajaran berupa materi dan kuis bagi siswa. Tak lupa kepala sekolah meminta para wali kelas menyampaikan melalui grup WhatsApp kelas agar orang tua selalu memantau kegiatan anak dirumah.

“Dihimbau kepada orangtua untuk menjaga, membimbing, memantau dan mengawasi putera/puterinya di rumah agar senantiasa berperilaku hidup bersih, memelihara wudlu, beribadah, berdzikir dan memohon pertolongan Allah SWT”, pesannya.

Kepala Sekolah, Drs. M. Masykur HS, M.Si memberikan arahan. (Foto: Rahayu)

Pembelajaran daring di SMPN 10 Surabaya, telah disusun jadwal khusus agar tidak terlalu membebani siswa di rumah. Karena diharapkan siswa tetap mendapat waktu istirahat yang cukup agar tidak stress hingga kekebalan tubuh dapat berfungsi maksimal dalam menangkal berbagai virus. Sedangkan kebijakan dari Dispendik Surabaya melalui website resminya, diberlakukan penyesuaian sistem kerja pegawai dengan Work From Home (WFH) satu hari bekerja di kantor, satu hari bekerja di rumah bagi guru.

Staff kurikulum SMPN 10 Surabaya, May Yustina, S.Pd berupaya membagi tiga sesi pembelajaran daring yaitu sesi 1 dimulai pukul 07.00 hingga 09.00. Sedangkan sesi 2 dimulai pukul 09.30 hingga 11.30. Dan sesi 3 dimulai pukul 12.30 hingga 14.30. Pembagian sesi berdasarkan tingkat kelas.

“Semoga dengan pembagian jadwal yang merata dan adil, tidak akan membebani siswa dan orang tua di rumah. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Kami berharap siswa patuh dalam mengerjakan tugas daring tepat waktu dan orang tua mengingatkan”, harapnya.

May Yustina, S.Pd, menjalankan Work From Home Satu Hari Kerja di Kantor, Satu Hari Kerja di Rumah. (Foto: Rahayu)

Bapak/Ibu Guru SMPN 10 Surabaya sudah memanfaatkan beragam metode pengajaran dengan berbagai platform media. Salah satunya adalah Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran online yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang dapat diakses secara umum dan gratis. Akses Rumah Belajar: https://belajar.kemdikbud.go.id

“Kalau siswa dan guru mau sepakat dan konsisten dalam penggunaan akses Microsoft Office365 sesuai jadwal pembelajaran dan tepat waktu dalam pelaporan tugas yang diberikan Insya Alloh belajar dari rumah jadi mudah dan menarik”, imbuhnya.

Untuk materi yang membutuhkan kegiatan praktik bisa direkam menggunakan kamera, kemudian hasil rekaman berupa vidio di upload di Microsoft OneNote masing-masing siswa. Siswa bebas berkreasi dengan kreatifitas yang dimilikinya. Tentunya beragam pengalaman yang dialami siswa nantinya akan menjadi sebuah kisah klasik yang tak bisa diusik, asyik dan menarik.

Baca juga:

PTS dan PAS SMP Negeri 10 Surabaya 100% Paperless, Menggunakan Program Aplikasi Milik Sekolah

Pembelajaran dari rumah selama 14 hari bukan hanya tantangan bagi guru saja tapi juga bagi orang tua. Orang tua yang selama ini lebih sering pasrah kepada sekolah mengenai pembelajaran putera/puterinya kini harus membimbing dalam pembelajaran di rumah. Orang tua juga harus menjaga buah hati tercinta di rumah full 24 jam dalam sehari.

Wali murid kelas 7-I, Ulfatin yang mengemukakan pengalamannya dengan adanya pembelajaran dari rumah seperti sekarang ini. Karena tidak perlu was-was dengan anaknya yang harus belajar di luar rumah dalam kondisi sulit dengan mewabahnya Virus Covid-19 (Corona) sekarang ini. Beliau bisa menemani anak belajar sembari mengingat-ingat pelajaran waktu masih sekolah dulu.

“Saya baru merasakan bahwa beraktivitas dirumah bersama anak bisa memperkuat bonding. Tapi masih sedikit kebawa emosi jika anak tidak segera mengerjakan tugas daring dari gurunya tapi malah main game atau Tik-Tok”, lanjutnya.

Chealsea Belajar di Rumah Didampingi Orangtua. (Foto: Rahayu)

Chealsea Julinar Safana Putri, kelas 7-I juga memberikan pendapatnya mengenai pembelajaran daring. Dia mengaku sangat senang dengan adanya pembelajaran daring yang tidak perlu berangkat ke sekolah di masa darurat Covid-19 ini. Cukup dari rumah saja tugas dikerjakan dan nilai bisa langsung keluar setelah saya klik selesai.

“Tapi saya rindu berkumpul dengan teman-teman saya di sekolah. Berangkat dan pulang bersama. Saya juga sangat merindukan kegiatan bersama yang sering kami kerjakan di sekolah. Seperti sholat Dhuha dan Dhuhur berjamaah dengan Bapak dan Ibu Guru. Semoga suasana segera kondusif, jadi saya bisa segera beraktifitas seperti biasanya”,ungkapnya.

Jurnalis: Rahayu/ @rahayupinter
Editor: Nazilatul Maghfirah/ @zila_fira
Publisher : Dian Eko Restino/ @dian_eko_restino

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*