Songsong Tahun Ajaran Baru, Guru dan Karyawan SPENLUSA Dapatkan Vaksinasi Tahap 2

Sebanyak 58 guru dan karyawan SMP Negeri 10 Surabaya (SPENLUSA) telah melaksanakan vaksin Covid tahap 2. Vaksinasi ini diberikan secara berkala, yakni rentang waktu Maret (tahap 1) dan Juni 2021 (tahap 2).

Guru dan karyawan yang berusia diatas 50 tahun mendapatkan vaksin jenis Sinovac. Sedangkan usia 50 tahun kebawah mendapatkan vaksin AstraZeneca. Vaksinasi dilakukan di Puskesmas setempat, yakni Puskesmas Dr. Soetomo. Walaupun sempat tertunda beberapa pekan, vaksinasi guru dan karyawan SPENLUSA selesai dilaksanakan pada Rabu (30/6/2021).

Guru dan karyawan SPENLUSA mendapatkan vaksin tahap 2. (*)

Seperti yang dituturkan Ni’am Asyrihatin, S.Pd. selaku koordinator UKS yang berhubungan langsung dengan Puskesmas, sejatinya guru dan karyawan dijadwalkan selesai diberikan vaksin pada Minggu (27/6/2021) lalu. Namun, terbatasnya stok vaksin dan adanya guru yang sedang sakit ringan menyebabkan tuntasnya vaksin mengalami sedikit kemoloran.

“Betul, harusnya Minggu sudah selesai (vaksin) semua. Tapi karena stok vaksin di Puskesmas pada saat itu habis dan ada guru yang kurang sehat, maka dijadwal ulang. Dan Alhamdulillah semua selesai pada hari ini (Rabu). Semua berjalan lancar”, ungkapnya.

Baca juga:

Pembagian Rapor Virtual, Abah Masykur: “Mari Tingkatkan Kerjasama Sekolah dan Orangtua”

Vaksinasi kepada guru dan karyawan ini juga menjadi persiapan ketika sewaktu-waktu pemerintah kota memberikan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini juga disampaikan Kepala SMP Negeri 10 Surabaya, Drs. M. Masykur HS, M.Si, kepada orangtua/ wali murid pada acara sambung rasa dan pembagian rapor semester genap lalu.

Beliau mengatakan bahwa SMP Negeri 10 Surabaya sudah siap menyelenggarakan PTM penuh, terbatas, ataupun daring. Segala sarana prasarana serta protokol kesehatan sudah disiapkan guna memberikan pelayanan pendidikan yang optimal kepada peserta didik di tahun ajaran baru mendatang.

Pemeriksaan tensi darah sebelum vaksin. (*)

“Kami sudah siap dengan tahun ajaran depan. Baik tatap muka 100%, 50% atau 0% (full daring) kami siap. Kedepan, kami sudah menyiapkan kamera seperti yang sekarang kami pakai dalam pembagian rapor virtual ini yang akan digunakan guru mengajar di kelas. Baik ada siswanya maupun tidak. Kami sudah menyiapkan Blended Learning seperti pada simulasi tatap muka yang lalu. Dan SMP Negeri 10 Surabaya termasuk satu dari beberapa SMP yang dipilih melakukan simulasi pembelajaran tatap muka dan sudah mempunyai protokol serta satgas Covid tingkat sekolah”, ungkapnya.

Baca juga:

Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, SMPN 10 Surabaya Terapkan “Blended Learning”

(*Humas)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*