Sosialisasikan Kriteria Kenaikan Kelas, Abah Masykur: “Semua Siswa Harus Naik Kelas, Kecuali yang Tidak Mau”

SMP Negeri 10 Surabaya menyelenggarakan acara Sosialisasi Kriteria Kenaikan Kelas. Agenda ini mengundang seluruh Wali Murid kelas VII, VIII dan digelar secara virtual dengan aplikasi Teams, Kamis (16/12/2021). Sedangkan untuk Wali Murid kelas IX, yang disosialisasikan adalah kriteria kelulusan.

Pertemuan virtual ini dipimpin langsung oleh Drs. M. Masykur HS., M.Si, Kepala SMP Negeri 10 Surabaya. Didampingi oleh Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Sri Wahyuni, S.Pd. serta jajaran wali kelas. Pada awal sambutannya, Abah Masykur kembali menegaskan konsep dasar pendidikan dan tanggung jawab orang tua serta guru.

“Bapak Ibu sekalian, sekolah ini menyelenggarakan proses pendidikan karena mendapat amanah dari orang tua. Ketika panjenengan dulu mendaftar dan klik SMPN 10, berarti panjenengan berarti mengamanahkan layanan pendidikan di SMPN 10. Karena kewajiban mendidik anak itu bukan sekolah, tapi orang tua. Sekolah ini mewakili orang tua untuk memberikan layanan pendidikan. Tetapi tidak bisa hanya diserahkan sepihak. Diserahkan bongkok’an ke sekolah tidak bisa”, tegasnya.

Beberapa evaluasi tentang kegiatan siswa semester ganjil juga disampaikan Abah Masykur ke para orang tua. Diantaranya, tentang Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT), Daring, kewajiban antar jemput siswa PTMT, dan Swab siswa.

“Mohon dikontrol betul, selalu tanya anak panjenengan: Nak apakah sudah mengerjakan tugas? Bagaimana bisa, guru menelepon siswanya jam 9 ternyata masih “bau bantal”, bangun tidur. Ada guru yang saking perhatiannya, menelepon siswanya berulang kali, tidak diangkat. Ditelepon lagi, direject. Bahkan gurunya akhirnya diblokir. Disinilah peran orang tua menjadi lebih besar dan perlu kerjasama dengan guru”, imbuhnya.

Baca juga:

New Normal Bidang Pendidikan, Perlu Peran Besar Orangtua

Pembagian Rapor Virtual, Abah Masykur: “Mari Tingkatkan Kerjasama Sekolah dan Orangtua”

Terkait dengan inti acara, yakni kriteria kenaikan kelas, Abah Masykur memaparkan dengan jelas nilai-nilai yang harus dipenuhi. Beliau juga mengingatkan untuk memperhatikan nilai agar bisa masuk SMA/SMK Negeri melalui jalur prestasi. Beliau juga memberi gambaran tentang penyerahan rapor semester ganjil ini.

“Seperti yang sudah di share di grup Wali Murid, siswa bisa naik kelas jika tidak ada nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) lebih dari 2 mata pelajaran. Semua siswa SMPN 10 harus naik, kecuali yang tidak mau naik. Mau bagaimana lagi, jika ada siswa yang tidak pernah sekolah sama sekali, tidak mengerjakan tugas, dipanggil bahkan didatangi gurunya kerumah masih tetap saja. Itu berarti tidak mau naik. Nilai rapor ini sangat penting jika ingin masuk SMA/SMK Negeri dengan jalur prestasi rapor. Karena jika memakai zonasi, daerah SMPN 10 relatif jauh jaraknya dengan SMA/SMK Negeri. Untuk penerimaan rapor, nanti SMPN 10 mau yang beda, yaitu dengan drive thru“, jelasnya.

Baca juga:

Konser Amal Arti Guru, Walikota Eri: Guru Adalah Orang Tua Kita

(HUMAS SPENLUSA)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*