Umi Lusiningsih Achjar, S.Pd., MM. Sosok Guru dan Ibu Sejati

Menjadi guru adalah sebuah panggilan jiwa. Itulah yang di  jalani Umi Lusiningsih Achjar, S.Pd., MM. yang sudah puluhan tahun mengabdi di SMP Negeri 10 Surabaya. Bukan waktu yang sebentar  memang, namun beliau jalani semua ini dengan sepenuh hati. Kamis,  (30/9/2021) Umi Lusiningsih mengakhiri  tugasnya sebagai abdi negara, sudah genap 34 tahun  beliau mengajar mata pelajaran  IPS di SMP Negeri 10 Surabaya.

Baca juga:

Live Talkshow SPENLUSA Inspiration Seri #5, Remaja Insecure Wajib Lihat Ini !

Ibu dari dua anak ini  besar dan lahir di Surabaya pada tanggal 4 september 1961. Pendidikan  SD nya di SD swasta Kaliasin, kemudian melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu SMP Tanjung Anom Siang. SMA Negeri 6 Surabaya menjadi pilihan sekolah lanjutan beliau. Dan menyelesaikan S1-nya di Universitas Negeri Surabaya. Kecintaanya pada dunia Pendidikan tidak hanya berhenti di pendidikan S1, namun membuat bu Umi semangat untuk menamatkan  S2-nya di Universitas Mahardika Surabaya.

Ikhlas adalah salah satu kunci utama yang wajib ditanamkan pada diri. Selama 41 tahun mengabdikan diri menjadi guru  pengalaman mengajarnya pun tidak diragukan lagi. Pengabdian beliau memang benar-benar untuk negeri, bukan semata kepentingan pribadi. Penempatan pertama menjadi seorang PNS tahun 1980 di SMPN Saronggi Sumenep selama 5 tahun dan merangkap mengajar di SMPN Bluto Sumenep selama 2 Tahun. Kemudian di SMPN 1 Kamal selama 3 tahun, dan baru masuk SMP Negeri 10 Surabaya pada tahun 1988 hingga sekarang purna tugas, terhitung 34 tahun mengajar di SMP Negeri 10 Surabaya.

“Saya bangga menjadi seorang guru bisa bermanfaat untuk orang lain. Profesi guru itu mulia, tanpa guru tidak akan melahirkan profesi lain seperti pak Presiden, pilot dan lain-lain. Yang membuat saya senang menjadi guru ketika mereka (siswa-siswa) memanggilku dengan sebutan “Bu Guru”. Ketika mereka memberi senyum, salam ,sapa, dan ketika mereka mencium tanganku”, ucap Bu Umi.

Banyak kesan dan pesan yang tidak terlupakan di SPENLUSA ini karena 34 tahun bukan waktu yang singkat. “Kesan saya di SMP Negeri 10 Surabaya ini ya sangat berkesan, banyak teman yang baik-baik, siswa-siswa yang hebat, kekeluargaannya juga sangat kental. Dari tahun ke tahun mengalami perubahan yang sangat signifikan, terutama dalam hal IT dari sini juga saya banyak belajar, meskipun sekolahnya tidak begitu  luas sih tapi kita masih bisa berprestasi, dalam hal IT tidak kalah dengan sekolah lain”, ungkap Bu umi.

Baca juga:

Achmad Kusaeni, ‘Putu Warok’ yang 100% SPENLUSA

Tak lupa, beliau juga memberikan pesan-pesannya kepada rekan-rekan guru SPENLUSA. Nampak sekali Bu Umi adalah sosok Guru dan Ibu yang sejati. Sosok yang sabar, santun dan lembut dalam bertutur kata. Sesuai dengan namanya, Umi, yang berarti Ibu.

“Kalo pesan saya  guru itu kan sebuah profesi ya, melalui hatinya guru mengajar kebaikan untuk siswa-siswanya, saya berharap pada guru-guru terutama yang muda-muda ini  agar kalian mau mengajar dengan hati, jangan melihat anak didik kita seperti botol kosong guru hanya mengisinya, tapi guru harus bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya. Kita kan punya studio mini, nah itu bisa dimanfaatkan untuk wadah berkarya,berkreasi,berinovasi jadi guru-gurunya harus tetap semangat biar bisa melahirkan generasi emas yang bisa membanggakan SPENLUSA. Saya harap keluarga besar Spenlusa ini selalu menjaga kekeluargaan dan kekompakan”, pesannya.

Waktu memang berjalan dengan begitu cepat. Selamat purna tugas bu  Umi Lusiningsih Achjar. Teruslah menebar kebaikan dengan ilmu yang bermanfaat, dan menjadi sosok yang senantiasa dicontoh semua orang. Tidak ada kata yang bisa terucap selain kata terima kasih atas dedikasimu, terima kasih telah menjadi rekan kerja yang baik, dan guru yang baik untuk siswa.

Jurnalis : Nazilatul Maghfirah/ @zila_fira
Editor dan Publisher: Humas SPENLUSA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*