88% Siswa dan 93% Tendik SPENLUSA Sudah Selesai Vaksinasi, Kapan Pembelajaran Tatap Muka Dibuka? Ini Penjelasannya!

Terhitung sudah 1.5 tahun pembelajaran di sekolah harus dilakukan secara daring karena pandemi Covid-19. Segala upaya juga telah dilakukan pemerintah untuk mengendalikan wabah ini. Dan terakhir, kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan berbagai ‘varian’ menjadi langkah terkini pemerintah. Status Kota Surabaya saat ini (hingga berita ini ditulis) telah turun level, yaitu berada pada level 3.

Baca juga:

Ratusan Siswa SMP Negeri 10 Surabaya Jalani Vaksinasi Covid di Sekolah

Program vaksinasi untuk tenaga pendidik dan siswa juga digencarkan. SMP Negeri 10 Surabaya telah mengikuti program tersebut hingga vaksinasi dosis kedua, dengan rincian 1.115 siswa atau 88% dari total 1278 siswa. Vaksin kedua untuk siswa telah dilaksanakan Kamis-Jum’at (26-27/8/2021) lalu. Sedangkan untuk Tenaga Kependidikan (Tendik), 93% telah divaksin dosis 2. Hanya 2 orang yang belum melaksanakan vaksin dosis 2 karena penyintas dan masalah kesehatan.

Lalu, melihat dari berita, wacana, dan juga pelaksanaan vaksin siswa yang sudah dilakukan, muncul pertanyaan-pertanyaan dari para wali murid, kapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai kembali?

Dikutip dari CNBC Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim telah memberi lampu hijau tentang PTM. Beliau mengatakan, daerah dengan PPKM level 3,2 dan 1 bisa melakukan PTM namun terbatas. Ada syarat-syarat dan kapasitas maksimal yang harus ditaati. Diantaranya, syarat vaksinasi dosis 2 yang sudah harus dilakukan untuk seluruh Tendik. Sedangkan vaksinasi untuk siswa, bukan merupakan syarat mengikuti PTM terbatas. Siswa yang sudah atau belum vaksin diperbolehkan mengikuti PTM terbatas.

“Semua sekolah di Level 1-3 semua boleh melaksanakan tatap muka tapi vaksinasi guru menjadi kewajiban membuka tatap muka. Jadi bukan vaksinasi dulu baru tatap muka tapi kalau gurunya sudah di vaksin wajib memberikan opsi tatap muka. Ini poin yang sudah saya ulang berkali-kali,” paparnya, seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Baca juga:

Songsong Tahun Ajaran Baru, Guru dan Karyawan SPENLUSA Dapatkan Vaksinasi Tahap 2

Pemerintah Kota dan Dinas Pendidikan Surabaya juga merespon terkait hal ini. Walikota, Eri Cahyadi dan Kepala Dinas Pendidikan, Supomo, telah melakukan rapat virtual persiapan PTM Terbatas dengan Kepala SD dan SMP se-Surabaya. Hasil dari pertemuan tersebut yaitu, untuk mengikuti PTM Terbatas, siswa dan sekolah harus mengikuti syarat-dan peraturan dari Dinas Pendidikan dan Sekolah. Seperti yang telah disampaikan Kepala SMPN 10 Surabaya, Drs. M. Masykur HS., M.Si. pada rapat koordinasi di ruang guru, Selasa (31/8/2021).

“Syarat pertama, orangtua siap antar jemput. Kalau orangtua tidak siap antar jemput, berarti pilihannya mengikuti belajar dari rumah. Yang kedua, usianya harus lebih dari 12 tahun. Vaksinasi siswa bukan menjadi syarat. Yang menjadi syarat siswa boleh ikut PTM Terbatas adalah surat pernyataan persetujuan dari orangtua. Pak Agung (Kesiswaan) juga nanti menyiapkan satgas Covid dari siswa”, ungkapnya.

Abah Masykur memantau langsung pelaksanaan vaksin kedua. (Foto: Dian)

Terkait dengan kesiapan sarana dan prasarana sekolah, Abah Masykur mengatakan bahwa SMPN 10 Surabaya sudah sangat siap menyelenggarakan PTM Terbatas, berapapun kuota yang diizinkan. Perlengkapan Hybrid Learning yang akan diterapkan juga telah disiapkan, baik berupa Access Point Unify dan Moving Camera yang telah terpasang di kelas-kelas. Standar Operasaional protokol kesehatan yang telah tersusun, juga simulasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Namun, beliau mengatakan belum ada informasi pasti kapan PTM Terbatas akan diterapkan.

“Belum ada informasi pasti kapan PTM Terbatas itu akan dimulai. Tapi Pemkot dan Dispendik sudah memberi aba-aba. Kita (SMPN 10 Surabaya) Insya Allah sangat siap. POS prokes sudah terbentuk sejak simulasi dulu. Unify dan Moving Kamera juga sudah tersedia untuk menunjang Hybrid Learning. Untuk guru yang belum vaksin tinggal 2 orang dan sudah mendaftar vaksin di luar, tinggal nunggu jadwal pelaksanaan (vaksinnya). Dan yang paling penting adalah komitmen dari para orangtua . Kami harapkan bisa bekerjasama dengan baik sehingga PTM nantinya berjalan lancar”, tuturnya.

Baca juga:

Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, SMPN 10 Surabaya Terapkan “Blended Learning”

(HUMAS SMPN 10 SBY)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*