Inessa Amelia Nova, S.Pd. dan Pilihan Menjadi Guru Full Time Keluarga

Akhir bulan Juni  2021, Inessa Amelia Nova mengakhiri masa tugasnya sebagai guru Matematika di SMP Negeri 10 Surabaya. Bu Ines, sapaan akrabnya ia menuturkan sebenarnya berat untuk meninggalkan SMP Negeri 10 Surabaya. Karena ia sudah 4 tahun mengabdi disini dan sudah akrab dengan rekan-rekan guru, dan juga siswa SMPN 10 Surabaya. Berikut ini profil singkatnya:

Inessa Amelia Nova, lahir di Nganjuk pada tanggal 24 Agustus 1995. Masa Sekolah Dasar ia lalui dengan berpindah-pindah antara Tangerang dan Surabaya. Kelas 1-3 SD di Surabaya. Memasuki kelas 4 SD, ia kembali lagi bersekolah di Tangerang dan tidak lama kemudian kelas 5 SD balik Surabaya hingga sampai sekarang. Bu Ines melanjutkan menempuh pendidikan di SMPN 26 Surabaya, SMAN 12 Surabaya dan kemudian berhasil meraih gelar S-1 Pendidikan Matematika di Universitas PGRI Adibuana (UNIPA).

Baca juga:

Belajar Matematika Lebih Mudah Bersama Bu Iness di Acara “Sinau Nang Omah”

Kecintaan Ibu Inessa kepada dunia pendidikan akhirnya mengantarkannya menjadi pengajar matematika di SPENLUSA . Rupanya Ia sudah terjun di dunia pendidikan semenjak di bangku kuliah. Dimulai dari ia mengajar privat dari rumah ke rumah. Menempuh PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) di SMP Negeri 10 Surabaya, hingga menjadi guru matematika di SMP Negeri 10 Surabaya. Bahkan, Bu Ines  pernah menjadi perwakilan OSN (Olimpiade Sains Nasional) Matematika tahun 2016 di Universitasnya. 

Hidup adalah pilihan. Dan setiap pilihan mengandung konsekuensi yang menjadi keniscayaan. Mungkin itulah yang dihadapi dalam kehidupan Bu Ines. Perempuan berkacamata ini mengakui berat sekali meninggalkan SPENLUSA. Keputusan yang diambil pun menjadi penentuan kehidupan selanjutnya. Yang pada akhirnya, ia memilih untuk mengabdi pada tugas yang sangat suci, yaitu keluarga.

“Aku sempet nangis pada waktu itu  kenapa harus resign guru kan cita cita ku dari kecil. Tapi pas pulang ke rumah ternyata aku melihat anakku menangis ketika gak ada ibunya. Langsung detik itu juga gak ada perasaan menyesal atau apa. Ya aku belajar gak boleh egois. Gak semua yang  aku mau yang terbaik. Pilihan Allah yang terbaik. Keputusan ini mungkin sangat berat tetapi semua adalah pilihan, memilih untuk mengabdikan diri untuk keluarga”, jelasnya.

Bu Iness saat menjadi pembina upacara, Februari 2019. (Foto: Dian)

Sebenarmya bu Inessa pandai membagi waktunya  antara profesinya sebagai guru, passionnya di dunia pendidikan, dan keluarga. Baginya, berhenti sebagai guru di sekolah tidak berarti berhenti sebagai pengajar dan pendidik. Sekarang, ia menjadi guru dan pendidik bagi anak-anaknya secara full time.

“Guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia yang bertugas mencerdaskan anak bangsa.  Ini pilihan yang sangat sulit. Menjadi Ibu rumah tangga tentu idaman setiap istri. Bisa menjaga anak 24 jam. Menjadi guru pun adalah passion saya yang sangat saya senangi. Meskipun bekerja tapi saya tetap memprioritaskan keluarga kok. Tapi saya juga suka mengajar, menjalaninya pun tidak setengah-setengah. Dengan sepenuh hati dan ikhlas. Puji syukur tahun ini saya dititipkan anugerah yang tak ternilai lagi,   hamil anak ke-2. Dan keyakinan itu semakin kuat. Mungkin ini cara Allah agar saya break sejenak di dunia pendidikan dan  mengabdikan diri untuk keluarga”, ucapnya.

Bu Inessa  pun menyampaikan kesan dan pesannya selama di SPENLUSA. Ia mengatakan bahwa sangat mudah akrab kepada rekan-rekan guru. Pesan yang ia berikan kepada para peserta didik memang sangat pas disaat kondisi pandemi yang melanda seperti sekarang ini.

Baca juga:

Persiapan Tahun Ajaran 2021-2022, Kepala SMPN 10 Surabaya Berikan Sosialisasi kepada Wali Murid Kelas VII

”Semua teman guru dan siswa baik semuanya, sudah seperti keluarga. Jadi pas ngajar enjoy banget, tapi memang pas pandemi gak ketemu langsung anak-anak jadi sedikit berkurang enjoynya. Sedih juga karena anak-anak tidak maksimal menyerap pelajaran dibanding dengan tatap muka langsung. Teman- teman guru juga tidak beda-bedain. Yang senior ramah-ramah, yang sejawat asik banget orangnya. Pesan saya buat anak-anak, semangat menuntut ilmu di kondisi apapun. Menuntut Ilmu adalah amalan yang kekal. Rasulullah pernah bersabda bahwa salah satu amalan yang akan dibawa sampai mati kelak adalah ilmu. Ketika ilmu kita bermanfaat bagi orang banyak maka tiada henti pahala mengalir kepadanya. Dengan belajar disekolah, akan membuka pola pikir kita, belajar itu mendewasakan kita.” pungkasnya.

Bu Inessa mengucapkan Terima Kasih kepada keluarga besar SPENLUSA. Ia berharap agar perjuangannya di dalam bidang pendidikan bisa diteruskan oleh rekan-rekan yang masih aktif bekerja, terutama para guru muda. Selamat menikmati masa mengabdi kepada keluarga Bu Inessa Amelia Nova. Jasamu untuk SPENLUSA akan tercatat sebagai amal kebaikan dan akan kita kenang selalu, semoga selalu diberi kesehatan dan waktu yang barokah, serta bahagia selalu bersama keluarga.

Bu Iness bersama anak pertama, M. Faqih Al Muqaddam. (Foto: Iness)

Jurnalis : Nazilatul Maghfirah/ @zila_fira
Editor dan Publisher: Humas SPENLUSA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*