Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Abah Masykur Ajak Teladani Sifat dan Akhlak Kanjeng Nabi

Kamis (28/10/2021), SMP Negeri 10 Surabaya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini dilaksanaan secara daring melalui kanal YouTube SMP Negeri 10 Surabaya. Siswa yang terjadwal PTM (Pertemuan Tatap Muka) mengikuti pemutaran YouTube di kelas-kelas. Sedangkan siswa yang tidak terjadwal PTM mengikutinya dari rumah.

Dipandu oleh pembawa acara, Dian Eko Restino, S.Pd., Gr. Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjukan dengan qiro’ah dari Nuur Haadiy, siswa kelas IX-B dengan suara yang merdu. Hadrah “Miftahul Jannah” SPENLUSA turut melantunkan sholawat berjudul “Qomarun” dan “Mahallul Qiyam” untuk menyambut Bapak Kepala SMPN 10 Surabaya, Drs. M. Masykur HS., M.Si. yang akan mengisi Mauidhoh Hasanah. Para jajaran wakil kepala sekolah juga hadir dan mendampingi Abah Masykur selama acara berlangsung.

Abah Masykur menjelaskan tentang sifat-sifat wajib yang terdapat dalam diri Rasulullah. Siddiq merupakan sifat wajib yang pertama, artinya yakni selalu benar dan jujur. Hal ini dibuktikan dalam selama Rasulullah menjadi pedagang bersama pamannya Abu Thalib.

“Rasulullah selalu jujur tidak mengurangi timbangan dari barang dagangannya, hal yang seperti ini yang membuatnya menjadi pedagang yang sukses dan hebat tanpa menipu orang lain. Karena kejujurannya ini yang membuat seorang wanita kaya raya yang bernama Khadijah tertarik kepadanya”, tuturnya.

Baca juga:

Kunjungi SMPN 10 Surabaya, Mensos Risma Berikan Bantuan iPad untuk 105 Siswa MBR

Sifat yang kedua yakni amanah yang berarti dapat dipercaya baik dari segi apapun. Berangkat dari kejujuran yang dimiliki Rasulullah membuat orang-orang pun mempercayainya. “Bahkan sampai ada salah seorang pembeli yang bilang ‘belilah kepada Muhammad maka engkau tidak akan merasa rugi’. Wah dagangan Rasulullah laris manis tanpa harus promosi sana sini, tanpa bingung-bingung strategi advertisement apa nih yang ok.” Kata Abah Masykur lagi.

Sifat yang ketiga yakni fathanah yang berarti kecerdasan yang tinggi. Wah tentunya ini sudah tidak diragukan lagi ya. Rasulullah merupakan seorang yang cerdas dan memiliki kemampuan menyusun strategi dan berkomunikasi dengan baik. Dan yang terakhir yakni tabligh yang memiliki arti menyampaikan. Menyampaikan disini yakni menyampaikan ajaran Islam tanpa memaksa kepada seluruh umat muslim.

Dibagian akhir acara Abah Masykur pun menutupnya dengan kalimat memotivasi untuk remaja masa kini khususnya siswa-siswa SMPN 10 Surabaya. “Say the truth and tell the truth, communicate the other and sharing dan yang paling penting syukurilah apapun yang ada pada diri kita karena Allah menciptakan manusia dengan porsi keistimewaannya masing-masing”, tutupnya. Hadrah “Miftahul Jannah” kemudian memungkasi acara dengan sholawat “Syaikhona Yaa Badrotim“.

Berikut video selengkapnya:

Baca juga:

Umi Lusiningsih Achjar, S.Pd., MM. Sosok Guru dan Ibu Sejati

Jurnalis : Ainun Farahat (Mahasiswa PLP UNESA) / @farhalilah
Editor dan Publisher: Humas SPENLUSA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*