Ratusan Siswa SMP Negeri 10 Surabaya Jalani Vaksinasi Covid di Sekolah

Sebanyak 273 siswa SMP Negeri 10 Surabaya mengikuti program vaksinasi Covid-19 hari ini. Kegiatan ini merupakan vaksinasi dosis pertama dan gelombang pertama. Untuk tahap selanjutnya, masih menunggu instruksi dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Dr. Soetomo Surabaya.

Siswa yang divaksin tidak serta-merta datang ke sekolah begitu saja. Sebelumnya, bagian kesiswaan SMP Negeri 10 Surabaya, Agung Adriyanto, S.Pd., telah membuat form persetujuan atau ketidaksetujuan orangtua/ wali murid terhadap anaknya yang akan dilakukan vaksin. Instruksi dari Puskesmas untuk pelaksanaan vaksin siswa SMPN 10 Surabaya memang mendadak, yakni Rabu (14/7/2021) sore. Namun, dengan sigap para wali kelas segera memberitahukan informasi pelaksanaan vaksin di grup-grup whatsapp siswa dan wali murid.

Baca juga:

Songsong Tahun Ajaran Baru, Guru dan Karyawan SPENLUSA Dapatkan Vaksinasi Tahap 2

Kepala Sekolah, Drs. M. Masykur HS, M.Si, mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Surabaya telah memberitahukan akan ada vaksinasi untuk siswa minggu lalu. Semula akan ditempatkan di Stadion 10 November Tambaksari. Tetapi akhirnya berubah dan ditempatkan di sekolah.

“Kemudian kemarin siang dapat arahan bahwa sekarang dikembalikan ke sekolah lagi. Makanya kemudian kita sudah bergerak, karena sudah ada data dari grup wali kelas,” terangnya.

Siswa yang datang juga tidak sendiri. Mereka harus diantar oleh orangtua masing-masing, walaupun orangtua tidak diperkenankan masuk. Dan kepulangan siswa juga harus dijemput. Siswa, guru dan petugas vaksin menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di wastafel, pengecekan suhu tubuh dengan face termal, serta petugas yang bersentuhan langsung dengan siswa memakai baju APD (Alat Pelindung Diri) lengkap.

Petugas vaksinasi dan kepala sekolah bersiap dalam pelaksanaan vaksin siswa. (Foto: Wahyuni)

Berdasarkan informasi awal, kuota vaksin hari ini sejumlah 300 siswa. Namun kemudian kuota bertambah menjadi 500 siswa sehingga diperkirakan paling lambat akan selesai dalam 3 hari. Abah Masykur berharap vaksinasi ini bisa menimbulkan herd immunity sehingga dapat menunjang pembelajaran tatap muka di kemudian hari. Beliau juga berharap sekolah bisa kembali menggelar tatap muka sesuai harapan kebanyakan orangtua, guru, dan juga siswa tentunya.

“Jadi kalau diharapkan nanti siswa sudah punya, sudah pernah divaksin kemudian herd immunity sudah terbentuk kan. “Harapannya ya sebenarnya kami terutama di SMPN 10 ini kami kan mendengar aspirasi orang tua, orang tua mengharapkan tatap muka. Jadi ini kan salah satu usaha ikhtiar agar ketika terjadi tatap muka itu anak setidaknya sudah dibentengi dengan kekebalan tubuh melalui vaksinasi,” jelasnya.

Baca juga:

Inessa Amelia Nova, S.Pd. dan Pilihan Menjadi Guru Full Time Keluarga

Tanggapan juga datang dari pihak siswa dan orangtua. Agil Abdillah Putra misalnya. Siswa yang sekarang duduk di kelas VIII-D ini mengungkapkan kekhawatiran sebelum mengikuti vaksin. Namun setelahnya ia tampak senang karena ini sebagai langkah pencegahan.

“Sebelum di vaksin aku takut karena kata orang saat di vaksin sakit. Tapi ternyata nggak sakit kok, malah aku sangat senang karena dengan vaksin merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah virus Covid 19. Dengan begitu pandemik ini akan segera berlalu”, ungkapnya.

Kepala Sekolah memantau jalannya vaksinasi. (Foto: Suara Surabaya)

Sedangkan Siti Mahmudah, orangtua dari Muhammad Anazwa memberikan ijin anaknya untuk ikut vaksin karena untuk meningkatkan antibodi sehingga kecemasan terhadap penularan virus menjadi berkurang. Beliau juga mengungkapkan harapan kepada sekolah dan pemerintah setelah siswa diberikan vaksinasi.

“Karena dengan adanya pemberian vaksin pada anak saya, berarti sudah mengurangi salah satu kecemasan saya. Selain sudah menjaga imun dengan baik, berarti anak saya juga sudah mendapat antibodi untuk kekebalan tubuhnya. Sehingga hal ini bisa memutus penularan Covid-19. Semoga untuk kedepannya semua siswa dalam keadaan lebih baik dan tentunya lebih sehat, karena sudah mempunyai antibodi yang kebal. Sehingga pembelajaran tatap muka bisa segera terlaksana”, pungkasnya.

Vaksinasi untuk siswa ini juga dihadiri oleh satgas Covid dari kelurahan Dr. Soetomo. Vaksinasi berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan jadwal yang telah diatur sebelumnya sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Vaksinasi ini akan berlanjut keesokan harinya sampai kuota 500 siswa terpenuhi.

(Humas)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*